Tingkatkan Kompetensi Untuk Bisa Bersaing

Tingkatkan Kompetensi Untuk Bisa Bersaing

Tingkatkan Kompetensi Untuk Bisa Bersaing

Salah satu upaya yang dapat dilakukan agar mampu bersaing dalam bekerja

adalah dengan meningkatkan kompetensi. Sebab, persaingan dalam dunia kerja merupakan permasalahan global saat ini.

Hal tersebut disampaikan Atalia Praratya Kamil, istri Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil dalam Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (PLKP) Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Selasa (24/9/2019).

”Populasi manusia di bumi saat ini mencapai 7,7 miliar. Kalau tidak punya keahlian,

kita bisa hilang seperti buih di lautan. Untuk itu, pengembangan sumber daya manusia (SDM) sangatlah penting,” ujar Atalia.

Bunda Literasi Jawa Barat itu menuturkan, salah satu upaya konkret meningkatkan kompetensi adalah menekuni bakat melalui pendidikan vokasi. Baik yang berkaitan dengan pendidikan formal seperti Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan SMA/SMK, Diploma tiga (D30, dan Sarjana (S1) maupun pendidikan informal yang meliputi pelatihan dan kursus keterampilan.

”Kita harus mempersiapkan diri. Karena, secara menyeluruh tidak semua orang

bisa menempuh jalur pendidikan formal. Di sinilah peran lembaga keterampilan untuk mendukung pemerintah agar sama-sama meningkatkan SDM masyarakat,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Forum PLKP, tak kurang 1.800 lembaga kursus yang terintegrasi dengan Forum PLKP Jabar terbagi dalam berbagai macam keahlian. Yakni, kursus bahasa, tata rias pengantin, mengemudi, hantaran, tata busana, menjahit, tata boga, komputer, tata rias rambut, MC, dan digital marketing.

Ketua Forum PLKP Jawa Barat, Avip Firmansyah menegaskan, pihaknya siap bermitra dengan Pemerintah Provinsi Jabar untuk memberantas pengangguran yang ada di Jabar. Ia pun telah menyiapkan tiga program yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

”Pertama, kami mengadakan uji kompetensi agar mampu mencetak peserta yang kompeten. Kemudian, membentuk dapodik akreditasi center dan menerapkan program LKP berbasis digital melalui website,” pungkasnya

 

Baca Juga :