Semua Proses Tender Sudah Diserahkan Ke Inspektorat

Semua Proses Tender Sudah Diserahkan Ke Inspektorat

Semua Proses Tender Sudah Diserahkan Ke Inspektorat

Ketua panitia tender makan minum SMA Siwalima Ambon Fentje Mandaku

kepada wartawan Sabtu (14/6) di ruang kerjanya mengakui kalau tidak pernah buat kesalahan atas tender proyek makan minum pada SMA Siwalima Ambon, dan terkait dengan proses tender sudah diserahkan ke Inspektorat Provinsi Maluku.

Roy Manuhutu

Menurutnya, semua dokumen sudah diserahkan langsung ke Inspektorat untuk memferivikasi proses tender, dan tidak ada campur tangan apapun dari panitia.

Inspektorat Promal sendiri yang ferivikasi dan mereka sendiri yang memutuskan bahwa sanggah bandingnya ditolak, dan kalau keputusan Inspektorat sanggah banding diterima maka pasti kita lelang ulang,ā€¯ungkapnya.

Apabila saat itu Inspektorat memutuskan sanggah bandingnya ditrima pastilah

akan dilakuka lelang ulang atau dilakukan evaluasi ulang, namun karena jawabannya sanggah banding ditolak dan sesuai dengan Kepres maka sanggah banding ditolak dan proses lelang diteruskan.

Sementara terkait dengan nomor Sertifikat Bidang Usaha dan nomor Kartu Anggota yang dikeluarkan Aspanji kepada CV. Surya Gemini sama, Mandaku mengakui kalau pada saat memeriksa semua dokumen pihaknya tidak memeriksa nomor seri KTA dan SBU dengan teliti.

Sehingga saat wartawan mengeluarkan bukti SBU dan KTA yang dikeluarkan Aspanji, Mandaku sempat kaget karena tidak menyangka kalau wartawan bisa mendapatkan SBU dan KTA.

SBU dan KTA yang ditemukan wartawan berbeda dengan yang dimasukan CV.

Surya Gemini di LPSE dimana nomor KTA dan SBU sama, sedangkan yang ditemukan KTA dan SBU nomornya berbeda.

Kesamaan nomor KTA dan SBU inipun pernah dilaporkan kepada Inspektorat Provinsi Maluku pekan lalu, yang mengakibatkan Kepala Inspektorat Roy Manuhutu mengecek langsung ke Aspanji Kota via sms apakah nomor KTA dan SBU yang dikeluarkan Aspanji bisa sama.

Jawaban yang diterima Kepala Inspektorat saat itu lewat SMS yang sempat ditunjukan kepada wartawan kalau memang nomor KTA dan SBU sama.

Anehnya, setelah Mandaku melakukan pengecekan melalui handpone kepada wartawan mengakui kalau surat yang ditemukan wartawan memang ada di panitia, sementara selaku Inspektorat Manuhuttu saat itu juga sempat kebingungan ketika dipertanyakan keabsahan nomor SBU yang sama dengan Nomor KTA sehingga harus di cek ke Aspanji.

Yang menjadi pertanyaan saat ini apakah nomor KTA dan SBU yang diberikan oleh Panitia ke Inspektorat tercecer sehingga Inspektorat tidak tahu ataukah ada permainan yang sudah dilakukan oleh Panitia Lelang untuk mengelabui Manuhutu.

 

Sumber :

https://namabayi.co.id/sejarah-soekarno/