PENGAMANAN DAN KERAHASIAAN KOMPUTER

PENGAMANAN DAN KERAHASIAAN KOMPUTER

PENGAMANAN DAN KERAHASIAAN KOMPUTER

Apapun yang terjadi, controller akan mempunyai suatu tanggungjawab tertentu mengenai system-sistem computer dan kerahasiaan untuk data keuangan yang diakumulasikan. Sehubungan dengan keamanan informasi, dia harus menyadari hal-hal sebagai berikut:

  1. Informasi sensitive apakah yang sedang dikumpulkan dan dianalisa
  2. Siapakah yang berhak terhadap informasi, atau dengan bahasa lain, “ siapakah perlu mengetahui informasi?”
  3. Prosedur-prosedur apakah harus dipergunakan untuk melindungi data –  misalnya dengan cara sering merubah kode – kode yang dipergunakan ; merahasiakan berkas-berkas yang berlaku dan hal-hal lain yang berhubungan.

BEBERAPA ALAT PENTING YANG BERGUNA DALAM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN

AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN (RESPONSIBILITY ACCOUNTING)

Ditinjau secara luas, akuntansi melayani tiga tujuan yang berlainan yaitu:

  1. Laporan keuangan (financial reporting)
  2. Penilaian inventory (inventory reporting)
  3. Evaluasi prestasi kerja (performance evaluation)

Tujuan pertama terutama berhubungan dengan pelaporan hasil menyeluruh dari operasi dan kondisi keuangan perusahaan kepada manajemen dan masyarakat keuangan seperti para pemegang saham, para pemegang saham, bank-bank, dan sebagainya. Tujuan kedua memungkinkan pengalokasian dan pembebanan biaya-biaya dan ongkos-ongkos secara wajar terhadap persediaan dan harga pokok penjualan atau terhadap biaya berjalan lainnya. Tujuan ketiga memungkinkan pengukuran pelaksanaan per individu atau per kelompok terhadap tujuan – tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Ada tiga jenis pusat – pusat pertangungjawaban ini. Pertama pusat pertanggungjawaban dapat merupakan suatu “pusat biaya (cost center)”, jika pengawas hanya diharuskan bertanggungjawab terhadap biaya belaka, yaitu terhadap ongkos-ongkos dari departemennya sendiri atau terhadap biaya bahan baku atau upah tenaga kerja langsung yang terjadi. Kedua, pusat pertanggungjawaban dapat diperluas menjadi suatu “pusat laba (profit center)”, jika pengawas diharuskan bertanggungjawab untuk mencapai suatu kontribusi laba (profit contribution) yang ditetapkan.

Dan yang terkahir, jika seorang manajer diharuskan bertanggungjawab tidak hanya untuk laba tetapi juga terhadap investasi yang diperlukan untuk menghasilkan margin atau laba, maka pusat pertanggungjawaban tersebut merupakan suatu “pusat investasi (investment center)”.

PERILAKU BIAYA (COST BEHAVIOUR)

Yang agak mendasar bagi seluruh proses perencanaan dan pengendalian, atau kadang-kadang disebut “perencanaan laba (profit planning)”, atau juga “manajemen menurut sasaran (management by objectives)”, adalah suatu pemahaman yang jelas mengenai bagaimanakah biaya-biaya, khususnya biaya overhead pabrikase (manufacturing overhead) atau ongkos-ongkos lain akan berubah jika dihubungkan dengan volume usaha.

LAPORAN ATAS PENYIMPANGAN / KEKECUALIAN

Fungsi controllership dapat dikatakan efektif sejauh bila dapat mengidentifikasikan pelaksanaan operasi manajemen yang menyimpang dari sesuatu sasaran yang dapat diterima – apakah berupa rencana, atau norma atau pelaksanaan di masa yang lalu . salah satu fungsi dari controller adalah untuk mengorganisasikan informasi sehingga fakta-fakta dapat dimengerti dan dapat bertindak sesuai dengan itu. Penyimpangan atau varians (exceptions and variances) dari norma atau standarlah yang harus diperhatikan.

PENILAIAN MENYELURUH TERHADAP PERUSAHAAN:

BEBERAPA TOLOK UKUR ATAS PRESTASI MENYELURUH

UNSUR-UNSUR PERUSAHAAN

Fakto-faktor yang atau unsur-unsur berikut ini harus dievaluasi dalam proses analisa:

  1. Berbagai tujuan dan kebijakan
  2. Organisasi
  3. Produk
  4. Pasar
  5. Program distribusi
  6. Program produksi
  7. Program penelitian dan pengembangan
  8. Struktur keuangan, kebijakan dan praktek akuntansi, dan trends serta hubungan-hubungan keuangan
  9. System pengendalian (control system)

TUJUAN DAN KEBIJAKAN PERUSAHAAN

Tujuan perusahan tidak saja harus diketahui tetapi harus juga terdapat tujuan-tujuan spesifik untuk setiap devisi operasi: pemasaran, produksi riset, teknik, akuntansi dan lain-lain dan jika perusahaan telah diorganisasikan secara desentralisasi, maka setiap grup operasi harus memilikisasaran.

Jika tujuan perusahaan tidak secara tertulis maka controller seharusnya mendorong agar dibuat secara tertulis.

Kebijaksanaan – kebijaksanaan perusahaan dapat diklasifikasikan sebagai yang umum, yang utama, yang minor (general, major, atau minor policies). Tentunya kebijksanaan umum mengatur jalannya perusahaan secara keseluruhan; mereka merupakan prinsip-prinsip dasar yang akan diikuti perusahaan.

Kebijksanaan utama mengatur pelaksanaan dan pengendalian dari fungsi – fungsi pokok perusahaan.

ORGANISASI

Beberapa hal khusus yang menyangkut permasalahan organisasi ini diterapkan sebagai berikut:

  1. Manajemen
  2. Bagan organisasi
  3. Pedoman organisasi
  4. instruksi praktek standar
  5. ketaatan pada hukum perburuhan yang berlaku
  6. hubungan perburuhan
  7. seleksi tenaga kerja
  8. latihan tenaga kerja
  9. pengkoordinasian fungsi-fungsi

PRODUK PERUSAHAAN

  1. Tren dalam volume penjualan
  2. Keunggulan dalam bersaing
  3. Laba koto
  4. Kelengkapan lini produk
  5. Harga
  6. Diversifikasi produk
  7. Kualitas
  8. Rancangan dan corak
  9. Identifikasi

PASAR

Informasi pasar yang disarankan harus dimiliki oleh sebuah perusahaan adalah sebagai berikut:

  1. Data tentang pelanggan sekarang
  2. Potensi pasar
  3. Kebiasaan membeli atau preferensi pembelian dari pelanggan
  4. Aktivitas persaingan
  5. Kemajuan-kemajuan teknis

Sumber : https://merkbagus.id/