Pendaki, Yuk Coba Jalur Baru Ke Puncak Lawu!

Pendaki, Yuk Coba Jalur Baru Ke Puncak Lawu!

Pendaki, Yuk Coba Jalur Baru Ke Puncak Lawu!

Puncak Lawu membuka jalur baru via Singolangu

Meski belum diresmikan, jalur ini sudah mencuri hati para pendaki.

Bagi anda yang suka menaklukkan puncak gunung dengan pendakian, wajib mencoba jalur baru di gunung Lawu. Jalur baru ini diberi nama jalur Singolangu, karena berada di Dusun Singilangu, Desa Sarangan Kecamatan Plaosan, Magetan.

“Memang untuk pendakian ke puncak Lawu ada jalur baru

yang di buka untuk umum. Diberi nama jalur pendakian Singolangu yang berada di daerah Sarangan,” ujar Kasi Kedaruratan dan logistik BPBD kabupaten Magetan Fery Yoga Sahputra, kepada detikcom di kantornya, Rabu (24/7/2019).

Lokasi jalur pendakian Singolangu ini

kata Fery berjarak sekitar 10 Km dari jalur pendakian lama, Cemoro Sewu perbatasan Magetan Jawa Timur dengan Karanganyar Jawa tengah. Jalur ini, lanjut Fery, hanya berjarak sekitar 2 Km dari obyek wisata telaga Sarangan.

“Dari lokasi jalur Cemoro Sewu dengan jalur yang baru Singolangu ini sekitar 10 Km. Dekat dengan telaga sarangan lokasi pintu masuk,” katanya.

Diungkapkan Fery jalur Singolangu ini memiliki jarak sekitar kurang lebih delapan kilometer hingga puncak Sendang Drajat, atau pos lima Gunung Lawu.

Dari pos lima sendang Drajat itu pendaki masih melanjutkan perjalanan sekitar dua kilometer menuju Hargo Dalem dan Hargo Dumilah sebagai puncaknya Gunung Lawu.

“Jaraknya sekitar delapan kilometer sampai puncak Sendang Drajat. Perjalanan waktu sekitar delapan sampai sembilan jam,” ujarnya.

Tiap menuju lima pos yang ada memiliki ciri khas pemandangan masing-masing yang dapat membuat pendaki takjub. Misalnya hamparan Bunga Eidelweis hingga tembus ke Sendang Drajat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Nedi warga setempat yang juga merupakan petugas BPBD yang ikut memantau lokasi pendakian Singolangu. Menurutnya jalur pendakian ke puncak Lawu via Singolangu memang masih baru dan belum di launching secara resmi.

“Untuk launching resmi belum tapi memang sudah dibuka insiatif warga bersama pihak perhutani juga BPBD dalam pemantauan,” tutur Nedi.

Pria 35 tahun itu mengaku sejak di buka sekitar hampir dua bulan lalu setelah lebaran, jumlah pengunjung sudah mencapai seribu lebih.

“Pengunjung sudah seribu lebih sejak pasca lebaran. Karena libur sekolah jadi lumayan ramai,” paparnya.

Baca Artikel Lainnya: