Organisasi Sebagai Tempat Pertempuran

Organisasi Sebagai Tempat Pertempuran

Organisasi Sebagai Tempat Pertempuran

PERTEMPURAN DI ABAD MILINIUM

Suatu Gambaran Umum

Bentuk pertempuran di dunia global saat ini sudah semakin berkembang. Saat ini, pertempuran tidak lagi semata-mata berbentuk pertempuran fisik di mana terdapat pengerahan pasukan, penggunaan senjata-senjata pemusnah, maupun pembunuhan pimpinan musuh. Meskipun pertempuran seperti ini masih dihadapi oleh saudara-saudara kita di Pakistan, afganistan, dan Negara-negara yang sedanf konflik lainnya. Namun, pertempuran yang semakin terlihat di dunia saat ini adalah pertempuran pemikiran, keungggulan, dan pengaruh terhadap pihak lain.

Tantangan Pertempuran di Era Global.  

Secara garis besar dalam pertarungan bisnis global, tantangan-tantangan yang dihadapi organisasi dapat dilihat pada poin-poin berikut ini:

  • Globalisasi

Globalisasi membuat setiap organisasi secara sukarela maupun terpaksa harus siap untuk menghadapinya. Namun, globalisasi tidak hanya memengaruhi organisasi yang beroperasi secara internasional. Globalisasi juga terjadi pada organisasi local yang membeli atau menggunakan produk atau barang yang dipoduksi di luat negeri, memperkerjakan karyawan dengan latar belakang yang berbeda, atau bersaing dengan organisasi yang dimiliki oleh organisasi asing.

         Banyak organisasi yang mmasuki pasar internasional dengan mengekspor produk mereka ke luar  negeri, membangun fasilitas pabrik di Negara lain, serta memanfaatkan e-commerce untuk memasarkan produknya. Globalisasi tidak saja bergerak secara terbatas pada sector tertentu dari ekonomi atau pasar produk. Lebih jauh lagi, pergerakan organisasi multinasional yang mencoba untuk menguasi pasar local membuat persaingan untuk memperbutkan manajer local bertalenta menjadi semakin sulit. Ini disebabkan todak ekuivalennya permintaan dan penawaraan lapangan kerja. Konsekuensinya, organisasi harus berusaha sekuat tenaga untuk menarik serta menjaga manajer mereka dari incaran para pesaing.

  • Kebutuhan terhadap kepemimpinan

Perkembangan dalam tekanan kerja dan globalisasi menuntut organisasi untuk mengindentifikasi, melatih, dan mengembangkan karyawan dengan keahlian manajerial. Hal ini dikarenakan karyawan eksklusif, administrative, serta bagian manajerial lainnya akan menghadapi pergantian (turnover) terbesar terhadap kematian atau penghentian kerja.

         Permasalahan yang saat ini tengah berkembang adalah banyak organisasi yang tidak memilki karyawan dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk mengelola bisnis dalam perekonomian global. Untuk mengelola bisnis dengan sukses dalam suatu perekonomian global, manajer harus dapat mengenali diri dan dapat membangun secara tim internasional, menciptakan praktik manajemen dan pemasaran secara global, dan berinteraksi serta mengelola karyawan yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda.

  • Meningkatnya kebutuha Modal Intektual

Saat ini makin banyak organisasi tertarik dalam mengembangkan modal intelektual sebagai cara untuk menciptakan keunggulan terhadap competitor. Sebagai ak

batnya, banyak organisasi mencoba untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan pekerja yang memiliki pengetahuan (knowledge workers). Knowledge workers merupakan karyawan yang berkontibusi ke organisasi bukan melalui pekerjaan manual, tetapi melalui hal-hal yang mereka ketahui tentang konsumen atau pengetahuan yang khusus. Karyawan tidak bisa hanya diperintahkan untuk mengerjakan sesuatu tugas tetapi mereka harus saling berbagi pengetahuan dan berkolaborasi untuk mencari solusi masalah yang dihadapai bersama. Knowledge workers saat ini memiliki kekuatan daya tawar yang lebih terhadao organisasi, mereka memiliki kesempatan kerja yang banyak. Lebih jauh lagi, mereka memilki pilihan untuk meninggalkan organisasi dan membawa pengetahuan mereka kedapa competitor karena banyaknya permintaan terhadap mereka.

 

Sumber : https://dogetek.co/