Bahan-Bahan Media Tanam Organik

Bahan-Bahan Media Tanam Organik

Bahan-Bahan Media Tanam Organik

Ariannagrimoldi.com – Terdapat banyak ragam bahan yang dapat dimanfaatkan untuk membuat media tanam, mulai dari yang alami sampai yang sintetis atau buatan. Akan tetapi pada kesempatan kali ini kami hanya akan membahas pada beberapa bahan organik yang banyak tersedia di lingkungan sekitar, murah dan juga mudah pembuatannya.

a. Tanah (bahan utama)

Sebaiknya tanah yang baik sebagai media tanam diambil dari lapisan bagian atau top soil. Pada umumnya terdapat 2 tipe tanah yang perlu diperhatikan yaitu tanah lempung dan tanah pasir. Tanah yang berpasir mempunyai kemampuan drainase yang baik, dan cepat mengalirkan air akan tetapi kelemahan jenis tanah tersebut yakni buruk dalam hal menyimpan air sebagai cadangan dan menjaga kelembapan. Sedangkan tanah lempung cenderung lebih sulit untuk ditembus air sehingga akan menyebabkan air tergenang pada media tanam. Tanah yang baik untuk media tanam yaitu tidak terlalu berpasir dan juga tidak terlalu lempung, melainkan haruslah dalam keadaan yang gembur.

b. Kompos atau humus

Kompos adalah bahan organik fungsinya sebagai penyedia unsur hara atau nutrisi untuk tanaman. Kompos yang dipergunakan sebagai media tanam yaitu kompos padat. Hampir semua jenis kompos padat dapat dipergunakan untuk bahan baku pembuatan media tanam.

Penambahan bahan organik seperti humus atau kompos pada media tanam, dapat memperbaiki struktur fisik tanah dan juga dapat meningkatkan kapasitas tukar kation. Dalam menambahkan Kompos, sebaiknya menggunakan kompos yang sudah matang. Kompos yang masih belum matang dapat berpotensi mendatangkan penyakit dan hama. Selain itu, unsur haranya juga relatif sulit untuk diserap tanaman karena belum terurai secara penuh.

Selain kompos, dapat juga memanfaatkan humus yang diperoleh dari hutan. Tanah humus mempunyai kandungan unsur hara yang relatif tinggi. Jika lokasi anda tidak jauh dari hutan, tanah humus dapat dicari dengan mudah. Tempat-tempat paling baik yaitu berada di sekitar tanaman pakis-pakisan atau paku-pakuan.

Unsur bahan organik lain juga dapat dipakai sebagai pengganti kompos ataupun humus, seperti pupuk kandang maupun pupuk hijau. Hanya saja yang perlu diperhatikan, sebaiknya gunakanlah pupuk kandang atau hijau yang sudah benar- benar matang dan teksturnya telah berbentuk granul menyerupai tanah. Penggunaan pupuk kandang yang masih belum matang dapat beresiko membawa panyakit dan hama pada tanaman.

c. Arang sekam atau sabut kelapa

Arang sekam adalah hasil pembakaran yang tidak sempurna dari sekam padi. Arang sekam ini bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas porositas dari media tanam. Penambahan arang sekam di media tanam akan memperbaiki struktur media tanam, karena memiliki partikel-partikel yang berpengaruh pada pergerakan udara, air, dan juga menjaga kelembabannya.

Manfaat arang sekam yaitu dapat menetralisir racun, menetralisir keasaman tanah, meningkatkan daya ikat tanah terhadap air, merangsang pertumbuhan mikro organisme yang bermanfaat bagi tanaman, menjadikan tanah menjadi gembur sehingga dapat memperbaiki aerasi dan drainase tanah. Arang sekam lebih baik bila dibandingkan dengan sekam padi, karena arang sekam telah mengalami pembakaran yang dapat menghilangkan bibit penyakit dan hama yang dapat saja ikut terbawa.

Selain arang sekam, dapat juga menggunakan sisa – sisa dari sabut kelapa atau coco peat. Sabut kelapa ini mempunyai sifat menyerupai arang sekam. Media tanam sabut kelapa sangat cocok dipakai di daerah yang kering yang mana curah hujannya rendah. Sabut dapat diambil dari bagian kulit kelapa yang telah tua.